14 Okt 2025 17:10 - 3 menit membaca

Forum Group Discussion Koperasi Global Akses Sejahtera Sukses Bahas Strategi Penguatan Kelembagaan dan Perlindungan Hukum

Bagikan

dunianewsone.com.dn1, Selasa 14 Oktober 2025

Koperasi Global Akses Sejahtera sukses (GASS) menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) bertema “Kemudahan, Pelindungan dan Pemberdayaan Koperasi Dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Bonebolango”. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (14/10) di Aula Caffe Onato Swiss Suwawa Kabupaten Bone Bolango

Menurut Ketua Koperasi GASS, Bahrun Usman, S.Fil.L FGD ini menjadi momentum penting untuk mempertemukan pandangan antara pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan keberlanjutan koperasi, khususnya dalam aspek kelembagaan, hukum, dan penguatan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Acara ini dihadiri oleh narasumber masing-masing: Ketua Koperasi Global Akses Sejahtera (GASS) Bahrun Usman Sebagai Pelaksana Kegiatan, Wakil Ketua DPRD Bone Bolango Bapak Zainudin Pedro Bau, SH, Kementerian Hukum Dan Ham Provinsi Gorontalo,  Kejaksaan Negeri Bone Bolango, Kasubsi Pertimbangan Hukum : Monica Rosari Ayu, SH, I Dewa Gede Satya, SH, Kepala Bidang Koperasi Pada Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Gorontalo; Aldat Rahim, SH., M.Si.  dan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi Dan UMKM Bone Bolango Bapak Lukman Daud, Kepala Dinas PMD Bone Bolango Bapak Nixon Adolong.

Hadir Pula Bagian Hukum Pemda Bone Bolango Bapak : Ramlan Adam, SH serta Team Legal Koperasi GASS. Nanang dan Ketua Asosiasi Bumdes Bone Bolango

Dalam sambutannya, Ketua Koperasi GASS, Ketua Koperasi GASS, Bahrun Usman, S.Fil.L FGD menegaskan pentingnya koperasi memahami aspek legalitas dan tata kelola yang sesuai peraturan perundang-undangan. Menurutnya, semakin kompleksnya tantangan koperasi modern saat ini membutuhkan landasan hukum yang kuat serta dukungan dari semua pihak.

“Kami berharap FGD ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tapi juga menghasilkan rumusan konkret yang memperkuat posisi koperasi sebagai motor penggerak ekonomi lokal, sekaligus memberikan perlindungan hukum kepada anggota dan pengurusnya,” ujar Ketua Koperasi GASS.

Perwakilan Kejaksaan Negeri Bone Bolango menyampaikan pentingnya preventive law enforcement dalam membina koperasi. Ditegaskan bahwa koperasi sebagai badan hukum juga wajib menjalankan prinsip akuntabilitas dan transparansi.

Sementara itu, dari Kemenkumham, narasumber membahas regulasi terbaru terkait badan hukum koperasi dan pentingnya pendaftaran akta koperasi secara digital melalui sistem AHU online. Proses legalisasi badan hukum yang tepat menjadi pondasi utama bagi koperasi dalam menjalin kemitraan usaha ke depan.

Beberapa isu aktual yang mengemuka dalam diskusi antara lain: Masih rendahnya pemahaman UMKM tentang bentuk perlindungan hukum dalam kegiatan usaha koperasi, Kurangnya literasi tentang prosedur legalisasi koperasi dan akta pendirian, Perlunya sinergi antara dinas teknis dengan koperasi dalam pembinaan dan pengawasan kelembagaan, Peran strategis pengurus dan badan pengawas dalam menjaga tata kelola koperasi,, FGD juga menghasilkan sejumlah rekomendasi, antara lain: Perlu adanya pelatihan hukum koperasi secara berkelanjutan bagi pengurus dan anggota, Pembentukan tim fasilitator hukum koperasi yang terdiri dari perwakilan pemda, kejaksaan, dan kemenkumham, Optimalisasi platform digital dalam pengelolaan koperasi secara transparan. Penetapan SOP pengawasan internal oleh badan pengawas koperasi.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Perwakilan Dinas PMD menyatakan siap mendukung kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi desa melalui koperasi yang sehat dan legal. Begitu pula Dinas Koperasi dan UKM yang mengajak Koperasi GAS menjadi contoh bagi koperasi lain dalam menjalankan tata kelola modern.

Penutupan FGD dilakukan dengan penandatanganan hasil rekomendasi yang memuat komitmen bersama untuk terus mendorong koperasi sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi lokal.

Diakhir Penyampaiannya Ketua Koperasi GASS juga menyampaikan beberapa program koperasi diantaranya Pemasangan internet dirumah warga dan instansi pemerintah, Jaminan sosial, pelanggan yang didaftarkan untuk menerima layanan bpjs ketenagakerjaan, Asuransi . Beasiswa, Gerakan 1 ekor sapi dengan skema usaha, 1 desa 1 beasiswa dll seluruhnya berbasis komunitas yang berkomitmen dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui akses keuangan, pelatihan usaha, serta kemitraan strategis lintas sektor. Dengan anggota yang tersebar di berbagai wilayah, Koperasi GAS terus bertransformasi menjadi entitas ekonomi rakyat yang kuat, profesional, dan berintegritas.dn1.004

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *