15 Okt 2025 02:33 - 3 menit membaca

FGD Koperasi GASS: Wakil Ketua DPRD Bone Bolango Zainudin Pedro Bau.SH Tekankan Peran Vital Koperasi dalam Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Bagikan

dunianwesone.com.dn1, Rabu 15 Agustus 2025

Tanggapan Wakil Ketua DPRD Kab Bonebolango Zainudin Pedro Bau.SH pada Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Koperasi Global Akses Sejahtera (GASS) bertema “Kemudahan, Pelindungan dan Pemberdayaan Koperasi Dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Bonebolango”. Yang berlangsung pada Selasa (14/10) di Aula Caffe Onato Swiss Suwawa Kabupaten Bone Bolango. Dalam sambutannya menegaskan bahwa koperasi memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen nyata pembangunan ekonomi lokal, yang tidak hanya memperkuat kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah secara keseluruhan.

Beberapa poin penting yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Zainudin Pedro Bau.SH tersebut antara lain:

  1. Pengakuan atas peran koperasi
    “Koperasi bukan sekadar lembaga keuangan kecil di desa. Ia adalah jembatan antara masyarakat dengan peluang baik peluang finansial, peluang usaha, maupun peluang pengembangan kapasitas sumber daya manusia,” tegasnya. Ia mengatakan bahwa koperasi GASS harus dijadikan contoh bagaimana lembaga koperasi bisa menumbuhkan partisipasi komunitas dan membangun kepercayaan sosial.
  2. Tantangan yang dihadapi koperasi
    Wakil Ketua DPRD mengakui masih banyak tantangan yang harus dihadapi koperasi di Bone Bolango—termasuk keterbatasan modal, manajemen yang belum profesional, kurangnya akses ke pasar, serta rendahnya literasi keuangan dan teknologi di kalangan anggota. Ia mengajak semua pihak untuk membantu mengatasi hambatan-hambatan tersebut melalui pelatihan, dukungan kebijakan, dan sinergi pemerintah daerah.
  3. Peran Pemerintah Daerah dan DPRD
    Menurutnya, pemerintah daerah bersama DPRD memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk menciptakan iklim kondusif bagi koperasi berkembang. Misalnya melalui regulasi yang mendukung, alokasi dana stimulan, pembinaan teknis, dan pengawasan agar koperasi berjalan dengan transparan dan akuntabel. Wakil Ketua menyebutkan bahwa DPRD siap memfasilitasi dialog lanjutan antara koperasi dan instansi teknis agar kebijakan terpadu muncul.
  4. Kolaborasi lintas sektor
    Koperasi GASS tidak boleh berjalan sendiri. Harus ada kerja sama lintas sector antara koperasi, pelaku usaha mikro dan kecil, pemerintah kecamatan/distrik, perguruan tinggi, dan bahkan swasta. Misalnya kerjasama dalam pelatihan, teknologi pertanian, akses pasar, dan digitalisasi usaha. Kolaborasi ini menurutnya kunci agar koperasi bisa naik kelas dan benar-benar berdampak.
  5. Harapan ke depan
    Harapan besar agar dalam kurun waktu dekat, koperasi GASS dapat menjangkau lebih banyak anggota, meningkatkan layanan seperti simpan pinjam, pembiayaan bagi usaha mikro, dan pemasaran produk lokal. Ia juga berharap FGD hari ini bukan cuma menjadi ajang diskusi, tetapi menghasilkan road map aksi yang jelas siapa melakukan apa, berapa biayanya, dan bagaimana monitoring serta evaluasinya.

Wakil Ketua DPRD Kab Bonebolango  Zainudin Pedro Bau.SH menekankan agar Pemerintah didorong untuk lebih proaktif dalam pendampingan teknis, terutama dalam aspek pencatatan keuangan, audit internal, dan penggunaan sistem digital agar pengurus koperasi bisa lebih transparan.

Diakhir Sambutan Wakil Ketua DPRD Bone Bolango Zainudin Pedro Bau.SH pada FGD Koperasi GASS menunjukkan bahwa legislatif mulai merespon kebutuhan nyata masyarakat desa dalam pengembangan koperasi. Dengan adanya komitmen politik dan teknis, koperasi memiliki peluang besar menjadi agen transformasi ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.

Namun, realisasi semua harapan tergantung pada implementasi: dukungan kebijakan, alokasi anggaran, kemampuan pengurus koperasi, dan partisipasi aktif masyarakat. FGD ini diharapkan menjadi momentum awal untuk aksi nyata.dn1.004

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *