22 Agu 2025 07:26 - 2 menit membaca

KETULUSAN OPA UKO DAN PENTINGNYA APRESIASI PEMERINTAH

Bagikan

dunianewsonedn1, jumat, 22 Agustus 2025

Di tengah keterbatasan pembangunan infrastruktur di daerah, hadir sosok sederhana bernama Ismail Rahman, yang lebih akrab disapa Opa Uko. Ia adalah potret nyata dari semangat swadaya rakyat, yang dengan tulus mengorbankan harta pribadinya untuk membangun jalan dan jembatan di Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango. Sejak tahun 2010, kerja kerasnya telah mengubah jalan yang dulunya hanya berupa kubangan lumpur tanpa akses memadai, menjadi jalur transportasi yang bisa dilalui masyarakat dengan aman. Bahkan, ia membangun dua jembatan dan jalan sekitar enam kilometer secara terputus-putus, sebuah capaian luar biasa dari seorang rakyat biasa.

Apa yang dilakukan Opa Uko adalah bukti bahwa kepedulian terhadap sesama tidak harus menunggu jabatan atau kekuasaan. Ia mengajarkan makna sejati dari gotong royong, pengabdian, dan cinta tanah air. Di usia Republik Indonesia yang kini menginjak 80 tahun, keteladanan seperti Opa Uko seharusnya menjadi contoh inspiratif bagi generasi muda dan pemerintah.

Namun, ironisnya, hingga kini belum ada penghargaan resmi dari pemerintah daerah maupun pusat yang diberikan kepadanya. Padahal, kontribusi Opa Uko tidak sekadar membangun jalan fisik, melainkan juga membangun harapan, menghubungkan kehidupan masyarakat, dan mempercepat roda perekonomian desa.

Sudah sepatutnya pemerintah memberikan penghargaan yang layak kepada Opa Uko. Penghargaan tersebut tidak hanya dalam bentuk simbolis, tetapi juga dukungan nyata untuk perbaikan dan kelanjutan pembangunan infrastruktur di wilayah Tulabolo Timur. Jika seorang rakyat kecil mampu melakukan sesuatu yang monumental dengan sumber daya terbatas, maka negara semestinya hadir untuk melanjutkan perjuangannya.

Menghargai sosok seperti Opa Uko berarti menghargai nilai ketulusan, kerja keras, dan pengabdian tanpa pamrih. Lebih dari itu, apresiasi dari pemerintah akan menjadi pengakuan bahwa negara tidak menutup mata terhadap pengorbanan warganya. Karena sejatinya, pembangunan bukan hanya soal anggaran besar, tetapi juga soal keikhlasan hati dan kemauan kuat untuk berbuat demi kemaslahatan bersama.

Di momentum peringatan HUT RI ke-80, pemerintah pusat dan daerah diharapkan tidak hanya fokus pada seremoni, tetapi juga menelusuri kisah-kisah pengabdian rakyat kecil seperti Opa Uko. Ia adalah pahlawan infrastruktur desa, yang dengan segala keterbatasannya telah memberikan manfaat nyata bagi kehidupan banyak orang.

Opa Uko pantas dipuji, pantas dihargai, dan pantas dikenang sebagai teladan rakyat yang membangun bangsa dari akar rumput.dn1.003

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *