

dunianewsone.com,dn1 Rabu 2 September 2026
Fakultas Hukum Universitas Ichsan Gorontalo (Unisan Gorontalo) menyambut kedatangan mahasiswa baru dalam rangkaian kegiatan penerimaan mahasiswa baru. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi sivitas akademika Fakultas Hukum untuk memperkenalkan lingkungan akademik sekaligus memberikan motivasi kepada para mahasiswa yang akan memulai perjalanan pendidikan tinggi di bidang hukum.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Hukum Universitas Ichsan Gorontalo, Dr. Hijrah Lahaling, S.H.I., M.H., menyampaikan sambutan sekaligus memberikan pesan kepada mahasiswa baru agar menjadikan masa perkuliahan sebagai kesempatan untuk membangun kompetensi, karakter, integritas, dan tanggung jawab sebagai calon sarjana hukum.

foto:dn1
Di hadapan mahasiswa baru, Dr. Hijrah Lahaling menegaskan bahwa memasuki dunia perguruan tinggi merupakan sebuah tahap baru yang memiliki tantangan sekaligus peluang besar. Menurutnya, menjadi mahasiswa Fakultas Hukum bukan hanya tentang memperoleh gelar akademik, tetapi juga tentang membangun kemampuan berpikir kritis dan memahami persoalan hukum yang berkembang di tengah masyarakat.
“Selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru di Fakultas Hukum Universitas Ichsan Gorontalo. Hari ini merupakan awal dari perjalanan akademik saudara-saudara sekalian. Jadikan Fakultas Hukum bukan hanya sebagai tempat untuk belajar teori hukum, tetapi juga sebagai ruang untuk membentuk karakter, integritas, dan tanggung jawab,” demikian pesan Dr. Hijrah dalam sambutannya.
Ia mengatakan, mahasiswa hukum memiliki posisi yang strategis karena kelak dapat berkiprah di berbagai bidang, baik sebagai praktisi hukum, akademisi, aparatur pemerintahan, advokat, jaksa, hakim, konsultan hukum, maupun profesi lainnya yang membutuhkan kompetensi dan pemahaman terhadap hukum.
Karena itu, mahasiswa sejak awal perkuliahan diharapkan tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga membangun kemampuan lain yang sangat dibutuhkan dalam dunia profesional.
Menurutnya, seorang sarjana hukum harus memiliki kemampuan menganalisis persoalan, menyampaikan argumentasi secara logis, memahami peraturan perundang-undangan, serta mampu melihat persoalan hukum dari berbagai perspektif.
“Mahasiswa hukum harus mampu berpikir kritis. Jangan hanya menghafal pasal, tetapi pahami filosofi, tujuan, dan bagaimana hukum tersebut diterapkan dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.

foto:dn.1
Dorong Mahasiswa Aktif dan Kritis
Dalam kesempatan yang sama Ketua Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Unisan Gorontalo Dr. Dharmawati, SH.MH, juga memberikan penyampaian, yaitu mendorong mahasiswa baru untuk aktif dalam proses pembelajaran. Menurutnya, perguruan tinggi berbeda dengan pendidikan pada jenjang sebelumnya. Mahasiswa dituntut memiliki kemandirian dalam mencari pengetahuan, membaca literatur, berdiskusi, melakukan penelitian, serta mengembangkan kemampuan akademik.
Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya menunggu materi yang diberikan oleh dosen. Mahasiswa harus memiliki kemauan untuk membaca berbagai sumber dan mengikuti perkembangan hukum yang terjadi di Indonesia maupun secara global.
“Jangan menjadi mahasiswa yang hanya datang ke kelas, mendengarkan dosen, kemudian pulang. Jadilah mahasiswa yang aktif membaca, bertanya, berdiskusi, dan melakukan kajian. Dunia hukum terus berkembang sehingga saudara harus terus belajar,” kata Dr. Darmawati.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital juga membawa perubahan besar terhadap dunia hukum. Berbagai persoalan baru muncul seiring perkembangan teknologi informasi, ekonomi digital, kecerdasan buatan, perlindungan data pribadi, transaksi elektronik, hingga kejahatan siber.
Kondisi tersebut, kata dia, menuntut mahasiswa hukum untuk memiliki wawasan yang lebih luas dan tidak hanya terpaku pada persoalan hukum konvensional.

foto:dn1
Integritas Menjadi Modal Utama
Selain itu juga dalam kesempata yang sama Wakil Dekan Yudin Yunus, SH.MH menyampaikan Selain kompetensi akademik, Dekan Fakultas Hukum Unisan Gorontalo tersebut menekankan pentingnya integritas. Menurutnya, ilmu hukum yang tinggi tanpa moral dan integritas dapat kehilangan makna.
Mahasiswa hukum, lanjutnya, harus membiasakan diri menjunjung tinggi kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta menghormati hak orang lain.
“Integritas adalah modal utama. Saudara-saudara akan menjadi bagian dari profesi dan dunia hukum. Karena itu, sejak menjadi mahasiswa harus membiasakan diri untuk jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan menghormati aturan,” tegas Yudin.
Ia juga mengingatkan agar mahasiswa menjauhi berbagai bentuk perilaku yang dapat merusak masa depan akademik maupun profesional, termasuk tindakan yang bertentangan dengan etika dan tata tertib perguruan tinggi.
Menurutnya, proses pendidikan di Fakultas Hukum tidak hanya bertujuan menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan memahami hukum, tetapi juga menghasilkan sumber daya manusia yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Mahasiswa Diminta Memanfaatkan Fasilitas Kampus
Sekretaris Prodi Ilmu gukum Haritsa, SH.MH diakhir pertemuan mengajak mahasiswa baru untuk memanfaatkan berbagai fasilitas dan kesempatan yang tersedia di lingkungan Universitas Ichsan Gorontalo.
Mahasiswa diharapkan aktif mengikuti kegiatan akademik maupun nonakademik, termasuk organisasi kemahasiswaan, seminar, diskusi ilmiah, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai kegiatan pengembangan diri.
Menurutnya, pengalaman selama menjadi mahasiswa akan menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan kepemimpinan dan kemampuan bekerja sama.
“Manfaatkan masa kuliah dengan sebaik-baiknya. Jangan hanya mengejar kelulusan. Bangun jaringan, ikuti kegiatan positif, aktif dalam organisasi, dan kembangkan kemampuan saudara. Semua pengalaman itu akan menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja,” kata Haritsa.SH.MH.
Ia juga berharap mahasiswa baru dapat menjaga nama baik Fakultas Hukum dan Universitas Ichsan Gorontalo, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.
Fakultas Hukum Siapkan Generasi yang Responsif terhadap Perubahan
Pada kegiatan menyambut mahasiswa baru fakultas hukum Universitas ichsan GorontaloL Wakil Dekan satu, Yudin Yunus, SH.MH menjelaskan bahwa pendidikan hukum harus mampu merespons berbagai perubahan sosial yang terjadi di masyarakat.
Hukum, menurutnya, tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Karena itu, mahasiswa hukum harus memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial, ekonomi, politik, teknologi, dan budaya yang berpengaruh terhadap perkembangan hukum.
Mahasiswa juga didorong untuk memahami bahwa hukum tidak hanya berkaitan dengan persoalan di ruang pengadilan. Hukum memiliki cakupan yang luas, mulai dari hukum pidana, hukum perdata, hukum tata negara, hukum administrasi negara, hukum bisnis, hukum internasional, hingga berbagai bidang hukum yang terus berkembang.
Pemahaman yang luas tersebut diharapkan dapat membuat mahasiswa memiliki pilihan karier yang beragam setelah menyelesaikan pendidikan.
“Kami ingin mahasiswa Fakultas Hukum memiliki kompetensi yang kuat dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Dunia kerja membutuhkan lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kemampuan, karakter, komunikasi, dan integritas,” jelasnya.
Tinggalkan Balasan